Pembangunan infrastruktur Presiden menuai pro kontra. Salah satunya adalah proporsi pengerjaan proyeknya.
Jokowi mengaku mendengar Kadin sering mengeluh (kompas.com, 25/9) banyak proyek - proyek tersebut yang diborong oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menanggapi keluhan tersebut, Jokowipun menantang para anggota Kadin untuk mengerjakan jalan tol di Sumatera. tantangan itu diberikan Presiden saat menghadiri peringatan 50 tahun berdirinya Kadin di Riltz Karlton Hotel, Jakarta (kompas.com, 25/9). "Siapa yang mau bangun jalan tol Sumatera? Silahkan maju, saya beri," ujar Presiden.
Tapi atas tantangan itu tak ada satu pun anggota kadin yang hadir mau maju kompas.com, 25/9). Semua tak berani m,enjawab tantangan itu. Menurut Jokowi swasta tidak mau maju karena proyek tersebut tidak langsung menghasilkan keuntungan besar bagi para investornya. Karena tingkat pengembalian investasinya cenderung rendah.
Tetapi proyek tersebut menurut Jokowi tetap harus dibangun, makanya diserahkan pada BUMN. Bagaimana caranya? Dengan menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Pengerjaan infrastruktur memang salah satu proyek yang menyita perhatian pada pemerintahan Jokowi. SBY pada momen ulang tahun ke 17 Partai Demokrat pernah juga memujinya.
Tapi meski demikian bukan berarti proyek infrastruktur ini sepi kritik. Para pengkritik umumnya menyoroti pembangunan infrastruktur tersebut hasil dari hutang luar negeri dan juga tenaga asing yang menyertai.
Semua kebijakan sering kali menimbulkan pro kontra. Semoga perdebatan elite politik yang di atas tidak melupakan yang di bawah. Bukan untuk kepentingan partai atau pribadi...I].
Baca Sumber
Jokowi mengaku mendengar Kadin sering mengeluh (kompas.com, 25/9) banyak proyek - proyek tersebut yang diborong oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menanggapi keluhan tersebut, Jokowipun menantang para anggota Kadin untuk mengerjakan jalan tol di Sumatera. tantangan itu diberikan Presiden saat menghadiri peringatan 50 tahun berdirinya Kadin di Riltz Karlton Hotel, Jakarta (kompas.com, 25/9). "Siapa yang mau bangun jalan tol Sumatera? Silahkan maju, saya beri," ujar Presiden.
Tapi atas tantangan itu tak ada satu pun anggota kadin yang hadir mau maju kompas.com, 25/9). Semua tak berani m,enjawab tantangan itu. Menurut Jokowi swasta tidak mau maju karena proyek tersebut tidak langsung menghasilkan keuntungan besar bagi para investornya. Karena tingkat pengembalian investasinya cenderung rendah.
Tetapi proyek tersebut menurut Jokowi tetap harus dibangun, makanya diserahkan pada BUMN. Bagaimana caranya? Dengan menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Pengerjaan infrastruktur memang salah satu proyek yang menyita perhatian pada pemerintahan Jokowi. SBY pada momen ulang tahun ke 17 Partai Demokrat pernah juga memujinya.
Tapi meski demikian bukan berarti proyek infrastruktur ini sepi kritik. Para pengkritik umumnya menyoroti pembangunan infrastruktur tersebut hasil dari hutang luar negeri dan juga tenaga asing yang menyertai.
Semua kebijakan sering kali menimbulkan pro kontra. Semoga perdebatan elite politik yang di atas tidak melupakan yang di bawah. Bukan untuk kepentingan partai atau pribadi...I].
Baca Sumber



