Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo - Sandiaga memang tengah disebut - sebut akan mengalagkan pasangan Jokowi - Ma'ruf, baru - baru ini, sejumlah kelompok telah menyatakan dukungan mereka ke calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto -Sandiaga Uno. Seperti yang dilansir melalui laman Liputan6.com (16/9/2018) yang menarik adalah, salah satu kelompok tersebut ternyata merupakan kumpulan orang - orang yang sempat membela dan mendukung Joko Widodo pada Pilpers 2014.
Seperti yang dilansir melalui laman liputan6.com (16/9/2018), mereka dulunya merupakan relawan pendukung Jokowi namun kini justru telah berpindah haluan, beberapa di antaranya adalah Guntur Siregar (Sekjen Projo), Ucok Syafti Hidayat (Pendiri Bara JP), Febby Lintang (Jaringan Alumni Lintas Perguruan Tinggi), Dadan Hamdani (Deklarator Jokower) yang tergabung dalam wadah Indonesia Muda Maju Bersama Sandiaga. Ketua Relawan Indonesia Muda, Lutfi Nasution mengungkapkan bahwa berubahnya arah dukungan mereka disebabkan Jokowi tidak menjalankan Nawacita yang telah disusun bersama mereka, Penilaian tersebut datang berdasarkan evaluasi yang dilakukan mereka selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Oleh ssbab itu, mereka menilai bahwa harus ada sosok pemimpin baru yang dapat menjawab tantangan ke depan yang lebih besar.
Mereka mengungkapkan bahwa Indonesia daat ini butuh generasi muda. Sejatinya, saat Jokowi memilih Maruf Amin sebagai cawapres, untuk mendinginkan tensi dengan kelompok -kelompok Islam. Namun, imbasnya popularitas Jokowi justru menurun di mata relawan yang umumnya ingin hal yang baru seperti yang dilansir melalui laman kumparan.com (16/9/2018). Tidak hanya itu, kelemahan pemerintahan Jokowi di bidang ekonomi tentu tak bisa ditambal oleh Maruf Amin, yang piawai dalam hal ekonomi syariah, namun belum tentu hebat dalam hal ekonomi makro. Para relawan Jokowi memandang hal itu.
Selain faktor ekonomi, perpecahan dalam tubuh Projo mengakibatkan ormas pendukung Jokowi mengalihkan dukungan kepada Prabowo. Namun tampaknya politik tanah air memang semakin memanas, ditambah lagi tidak hanya pendukung Jokowi yang beralih menjadi pendukung Prabowo, namun sebaliknya juga demikian, pendukung Prabowo pada pilpres 2014 juga banyak yang beralih ke kubu Jokowi, salah satunya adalah Ngabalin.
Baca Sumber
Seperti yang dilansir melalui laman liputan6.com (16/9/2018), mereka dulunya merupakan relawan pendukung Jokowi namun kini justru telah berpindah haluan, beberapa di antaranya adalah Guntur Siregar (Sekjen Projo), Ucok Syafti Hidayat (Pendiri Bara JP), Febby Lintang (Jaringan Alumni Lintas Perguruan Tinggi), Dadan Hamdani (Deklarator Jokower) yang tergabung dalam wadah Indonesia Muda Maju Bersama Sandiaga. Ketua Relawan Indonesia Muda, Lutfi Nasution mengungkapkan bahwa berubahnya arah dukungan mereka disebabkan Jokowi tidak menjalankan Nawacita yang telah disusun bersama mereka, Penilaian tersebut datang berdasarkan evaluasi yang dilakukan mereka selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Oleh ssbab itu, mereka menilai bahwa harus ada sosok pemimpin baru yang dapat menjawab tantangan ke depan yang lebih besar.
Mereka mengungkapkan bahwa Indonesia daat ini butuh generasi muda. Sejatinya, saat Jokowi memilih Maruf Amin sebagai cawapres, untuk mendinginkan tensi dengan kelompok -kelompok Islam. Namun, imbasnya popularitas Jokowi justru menurun di mata relawan yang umumnya ingin hal yang baru seperti yang dilansir melalui laman kumparan.com (16/9/2018). Tidak hanya itu, kelemahan pemerintahan Jokowi di bidang ekonomi tentu tak bisa ditambal oleh Maruf Amin, yang piawai dalam hal ekonomi syariah, namun belum tentu hebat dalam hal ekonomi makro. Para relawan Jokowi memandang hal itu.
Selain faktor ekonomi, perpecahan dalam tubuh Projo mengakibatkan ormas pendukung Jokowi mengalihkan dukungan kepada Prabowo. Namun tampaknya politik tanah air memang semakin memanas, ditambah lagi tidak hanya pendukung Jokowi yang beralih menjadi pendukung Prabowo, namun sebaliknya juga demikian, pendukung Prabowo pada pilpres 2014 juga banyak yang beralih ke kubu Jokowi, salah satunya adalah Ngabalin.
Baca Sumber



