Pasca isu mahar 500 M yang dilontarkan oleh politisi Demokrat, Andi Arif menjelang penetapan Capres-Cawapres, Politisi PAN Amien Rais seolah lenyap tak berbekas. Ia pun tidak pernah ikutan komentar atas tuduhan yang spektakuler itu. Seolah diam membisu dan no coment partainya dan PKS dituduh menerima suap mahar 500 M atas pencawapresan Sandiaga Uno itu.
Padahal biasanya Ia sangat reaksional. Masa partainya dinistakan sebegitu dahsyatnya ko diam saja ? Tetapi itulah faktanya. Amien tetap kalem dan di luar dari biasanya. Ada apakah ? Benarkah soal mahar 500 m yang ternyata dibiarkan oleh PAN dan PKS itu ? Info mau mengadukan Andi Arif ke polisi juga tidak lagi terdengar kelanjutannya. Andi sendiri tetap bersikukuh tidak mau mencabut pernyataannya.
Nah , Amin Rais kembali muncul di depan publik melalui pernyataan yang juga tidak biasa pasca isu mahar itu. Bukan bicara masalah mahar namun kini Ia bicara soal jujur, mengenai kejujuran yang mestinya disandang oleh seorang pemimpin. Siapakah yang dimaksud ?
Sebagaimana diberitakan Republika, Mantan ketua MPR Amien Rais menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Kompleks Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Jumat (17/8). Dalam rangka peringatan hari kemerdekaan, Amien berpesan bahwa sikap jujur harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
"Jadilah pemimpin yang jujur, jujur pada Tuhan, jujur pada rakyat dan jujur pada diri sendiri," kata Amien kepada wartawan seperti dikutip republika.co.id
Ia menambahkan kejujuran adalah kunci dari kepemipinan. Menurut dia Indonesia akan mengalami kebangkrutan nasional jika seseorang pemimpin tidak memiliki sikap jujur.
"Kalau sampai seorang pemimpin nggak jujur pada Tuhan, nggak jujur sama masyarakat atau bangsanya, bahkan nggak jujur sama diri sendiri, itu alamat kebangkrutan nasional," katanya.
Semoga Mbah Amin bisa menjadi pelopor kejujuran tentang apa saja termasuk isu-isu politik yang ada , soal mahar , soal prestasi bangsa, soal masa lalu dan lain sebagainya. **



