Setelah gerakan #2019GantiPresiden di Riau dan Surabaya menuai kericuhan, cukup viral kabar bahwa Ahmad Dhani menyebut massa yang mengepunya ketika itu dengan kata ‘idiot’. Tidak terhenti, kawan Ahmad Dhani yang berada di video itu bahkan menyebut bahwa banser idiot. Ini jelas bakal menimbulkan gesekan baru. Diketahui, secara institusi banser memang tidak ikut-ikut dalam penolakan itu. Begitu yang disampaikan Gus Yaqut, Ketua Umum GP Ansor NU.
Namun, dari penolakan ini, akhrinya Habib Rizieq Shihab cukup ‘geram’. Ia kemudian menyerukan untuk jihad. Itu yang kemudian tertuang dalam poster yang beredar di media sosial. Secara lengkap berikut kata-kata yang tertuang dalam poster tersebut.
Dilansir cnnindonesia.com (27/08/18), juru bicara FPI Slamet Maarif membenarkan bahwa kata-kata dalam poster itu adalah dari mulut Habib Rizieq. Menurut Slamet, HRS cukup geram atas persekusi yang dialami Neno Warsiman dan Ahmad Dhani.
Respon pun langsung diberikan Mantan Ketua MK Mahfud MD. Melalui akun twitternya, Mahfud mengatakan bahwa jihad yang sejati adalah mengendalikan hawa nafsu. Lebih baik berdamai dan berembuk dari hati ke hati, ketimbang bertarung habis-habisan hanya untuk 5 tahun ke depan. Bahkan menurut Mahfud, kalimat itu cukup provokatif. Terlalu berlebihan. Siapapun yang membuatnya harus segera berhenti.
Hmm.. cukup panas juga ternyata ‘cuaca’ pemilihan presiden 2019 ini. Gesekan seolah tidak bisa dihindarkan. Semoga ke depan kondisi semakin damai. Tidak perlu lagi ada gesekan-gesekan berbahaya yang memang tidak diinginkan. Siapapun yang terpilih nanti, entah Jokowi-Ma’ruf atau Prabowo-Sandi, semoga indonesia tetap jaya. Begitulah..


